Kamis, 04 Oktober 2012

Asal Usul Warna Kuning Air Snga Tapa (Sungai Tapa) Berwarna Kuning

Legenda Negeri Merlung

Taukah Snga Tapa? Sungai ini terletak di Dusun Merlung Ilir Kelurahan Merlung, tepatnya di jalan menuju Tanjung Paku (jalan tanjung paku lama), sungai ini membentang bermuara di sungai pengabuan dengan hulu anak sungai tapa  di merlung ulu termasuk para sebatang, sungai ini banyak memiliki anak anak sungai. Yang aneh dari sungai ini yaitu adalah perbedaan warna air, sngah tapa memiliki air berwarna kuning, beda dengan sungai sungai yang ada di wilayah merlung, lain halnya dengan sungai serayo, dimana airnya dingin dari pada sungai lainnya. Warna kuning sungai ini ternyata memiliki sebuah legenda negeri Merlung.

Dahulu kala hiduplah seorang pemuda setengah baya, yang mana kehidupannya dililit dengan kemiskinan, hari demi hari dia terus berharap agar suatu saat kehidupannya berubah dengan kehidupan yang layak seperti tetangga tetangganya. Pada suatu hari pergilah sang pemuda untuk memancing, tertujulah untuk memancing di Sngah Tapa, berangkatlah dengan menggunakan perahu melewati sungai pengabuan menuju muara Sngah Tapa, sesampai di muara mulailah ia memancing.

Detik demi detik, menit dan jam teruslah ia memancing, namun seekor ikan pun tak didapat, jangankan ikan umpan pun tak ditangkap. Dengan sabar ia terus melemparkan kail pancing dan menyelusuri sngah tapa. Dan akhirnya mata pancing sang pemuda seolah olah di tangkap oleh ikan, namun terasa berat, dengan cepat ia tarik pancing tersebut, namun dengan begitu kagetnya ia melihat apa yang di kait mata kailnya, mata kailnya mengait tajau (harta karun) berbentuk rantai emas. Begitu senangnya, begegaslah ia menarik rantai tersebut kedalam perahu, diarik dan terus ditarik, tapi ternyata rantai emas tersebut panjang, dengan bercucuran keringat ia tetap menarik rantai tersebut. Pada waktu itu diatas sang pemuda terbanglah seekor burung yang bersuara “puuuutuuusss. Puuuutuuuuusss, puuuuuutuuuussss” namun sang pemuda tak menghiraukan suara burung tersebut. Beban perahu terus bertambah, karena perahu yang ia pakai terus dengan berisi rantai emas nan panjang, dan pada akhirnya ketika ia terus menarik rantai emas, perahu itupun karam karena tidak muat lagi dengan muatan rantai emas yang ia tarik. Jatuhlah kesungai sang pemuda, dan betapa kagetnya ia ketika melihat rantai emas itu lenyap.

Dengan rasa kesal ia berlarilah ke hulu Sngah Tapa, tiba tiba air Sngah Tapa berubah menjadi warna kuning. Yang mana sampai saat ini air Sngah Tapa benar bewarna kuning.

Hal yang dapat dipelayari ialah: Kita tidak boleh tamak terhadap sesuatu hal atau benda, apa yang dikasih oleh Tuhan itu lah yang kita ambil serta mensyukurinya dan kita juga tidak boleh mengabaikan sesuatu hal yang dianggap sepeleh, karena sesuatu hal tersebut mungkin bermamfaat bagi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar